Selasa, 27 Mei 2014

KONFIGURASI DHCP RELAY & DHCP SERVER DI CISCO TRACKER

Assalamu'alaikum wr wb.....! 
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang konfigurasi DHCP Relay dan DHCP Server, perlu diketahui DHCP (Dinamic Host Configurasi Protocol) merupakan protokol yang berbasis arsitektur client dan server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.
Cara kerja ketiganya :

  1. DHCP Server merupakan sebuah mesin yang menyatakan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua client yang memintanya.
  2. DHCP Client merupakan mesin client yang menjalankan perangkat lunak client DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP server.
  3. DHCP Relay merupakan proxy yang mampu menerima dan mengirim ulang permintaan DHCP ke DHCP Server yang sebenarnya.
Fungsi DHCP : dapat memberikan nomor IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request;



Kelebihan DHCP :
  1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client atau PC Server;
  2. Menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dengan dan konfigurasi lain;
  3. Memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jikan client tersebut tidak sedang menggunakannya;
  4. Memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server;
  5. Memberikan suatu alamat IP dan parameter-parameter konfigurasi lainnya kepada client.
Coba Anda perhatikan gambar berikut ini dan memulai untuk mendesainnya di cisco :
Berikut ini konfigurasi alamat IP masing-masing dari router tersebut :
  • ROUTER A

***************** Router A *****************

--------------------------------------------------------

Router>enable 
Router#configure terminal 
Router(config)#interface fastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown 
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface serial2/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown 
Router(config-if)#clock rate 4000000
Router(config-if)#exit
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 192.168.3.0
  • ROUTER B

***************** Router B *****************
-------------------------------------------------------

Router>enable 
Router#configure terminal 
Router(config)#interface fastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown 
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface serial2/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown 
Router(config-if)#exit
Router(config)#router rip 
Router(config-router)#network 192.168.2.0
Router(config-router)#network 192.168.3.0

Alamat IP address dari Server
Router(config)#interface fastEthernet0/0
Router(config-if)#ip helper-address 192.168.1.5

Pada konsep ini Router B akan menerima IP Address dari Server Router A yang dilakukan dengan konfigurasi DHCP pada Server (Router A).

Berikut ini langkah-langkah konfigurasi DHCP Server pada Server (Router A) :
  1. Double klik pada Server0 di Router A;
  2. Muncul kotak dialog Server0 pilih DHCP berikut konfigurasi :
  • Default Gateway : 192.168.2.1/24 alamat IP Address Router B dengan interface FashEthernet0/0;
  • DNS Server : 8.8.8.8 alamat IP default google;
  • Start IP Address : 192.168.2.0 alamat Network Address B 192.168.2.0;
  • Netmask : 255.255.255.0 ; 
  • Selesai tekan SAVE!
Perhatian :
Untuk alamat IP dan Network Address sudah tertera di gambar jadi tinggal Anda Menyesuaikannya. 

Salam kenal aja bagi teman-teman yang sudah berkunjung di blog ini, selamat mencobanya saya yakin Anda bisa dan hanya orang yang tidak bisa melakukannya karena mereka itu tergolong orang-orang malas dan tidak mahu berusaha... No offense...... ( ^ | ^) 

Tag : Konfigurasi DHCP Server di Cisco Tracker


 

0 komentar:

Posting Komentar